SHOUTBOX

Polls
Menurut anda, apakah web ini bagus?
 
Featured Links:
Baner
Baner
Baner
Mencari Pelanggan Becak Melalui Facebook PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh DK   

Mencari Pelanggan Becak Melalui Facebook

 

Situs pertemanan Facebook yang sedang digemari oleh para pengguna internet ternyata memberikan ide kreatif bagi seorang pengayuh becak. Blasius Haryadi, seorang tukang becak yang setiap hari mencari nafkah di kawasan Prawirotaman mendapat berkah tersendiri dengan adanya Facebook. Hobi melakukan browsing di internet menginspirasi dirinya untuk mempromosikan bisnis becaknya lewat jejaring sosial ini. Usaha ini dimulai sejak 2007 lalu, dengan pembuatan sebuah grup di Facebook bernama “Becak Jogja”. Dalam grup tersebut, lelaki single parent dari tiga orang anak ini memperkenalkan jasa becaknya melalui dunia maya.

Alumnus SMA Kolese John de Britto angkatan 1988 ini mengungkapkan bahwa melalui Facebook ia bisa belajar banyak hal. Ia juga mendapatkan calon pengguna jasa becak yang mayoritas adalah wisatawan domestik dan mancanegara, contohnya Belanda. Selain itu, ia juga menjadi perantara bagi wisatawan yang ingin memesan hotel di Yogyakarta. Pengguna jasanya dapat menghubungi Haryadi melalui alamat email harry_blas@yahoo.com atau melalui username Facebook Harry van Yogya. Dengan cara ini, ia mampu menarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta. Pengguna jasanya pun telah memberikan kepercayaan untuk melakukan transaksi dengan melakukan transfer sejumlah uang untuk memesan hotel. Sebuah kepercayaan yang sulit didapatkan.

Tak hanya lewat dunia maya, Haryadi yang menggantungkan hidupnya di Prawirotaman ini tak keberatan ketika dimintai informasi seputar tempat penginapan di Yogyakarta. Dari pengalamannya, pria yang memulai usahanya sebagai pengayuh becak sejak 1991 ini tak pernah menemui pelanggan nakal yang mengganggu usahanya selama ini.

Tarif becak dengan rute Prawirotaman sampai Malioboro relatif terjangkau, 10 ribu-15 ribu untuk wisatawan domestik dan 15 ribu-20 ribu untuk turis mancanegara. Walaupun hanya seorang pengayuh becak, pria berumur 42 tahun ini mampu menguasai bahasa Inggris dan Belanda. Konon, bisnis becak Haryadi telah menjadi buah bibir di Belanda, terutama kalangan pengguna Facebook. Bisnisnya kini berkembang pesat dan telah menjadi rekomendasi bagi wisatawan Belanda yang ingin melancong ke Indonesia.

Usaha pria ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membayar biaya pendidikan anak-anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP tidak sia-sia. Meningkatnya pengguna Facebook yang bergabung di grup miliknya merupakan salah satu bukti nyata. “Awalnya hanya 880, tetapi sekarang meningkat dua kali lipat jadi sekitar 1700-an,” terangnya. Hal ini tentu saja membuat permintaan akan jasanya meningkat sejak satu tahun lalu. Dengan begitu, pendapatan yang ia peroleh pun meningkat.

Pria yang istrinya turut menjadi korban gempa Jogja 2006 silam ini berharap usaha mempromosikan becak via Facebook dapat diikuti oleh rekan-rekannya sesama pengayuh becak. “Kalau saya semakin kewalahan memenuhi order, saya dapat berbagi rejeki dengan teman-teman lain,” harapnya. Namun, kendala berupa keterbatasan pengetahuan dan penguasaan internet, serta kurang tertariknya rekan-rekan sesama pengayuh becak membuat hal tersebut belum terealisasi secara optimal.

 

                                                                                            Zudin