SHOUTBOX

Polls
Menurut anda, apakah web ini bagus?
 
Featured Links:
Baner
Baner
Baner
LIFE STYLE
Solusi Murah nan Gaya dalam Berkomunikasi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Salsabilla   

Membidik segmen menengah berkantong pas-pasan, ponsel dengan model keypad QWERTY buatan Cina cukup laris di pasaran.

Sejak ponsel Blackberry melejit tahun lalu, model ponsel dengan keypad QWERTY mulai marak. Ponsel model keypad QWERTY adalah sebutan untuk ponsel yang format huruf pada keypad-nya menyerupai format huruf pada keyboard komputer. Di Indonesia, Nokia sebagai salah satu pemain utama tak mau ketinggalan. Ponsel QWERTY tersebut tentu saja diberi harga yang tak murah. Sebagai respon atas tren tersebut, mulailah bermunculan ponsel QWERTY buatan Cina.

Berbeda dengan merek ternama yang membidik segmen menengah ke atas, produk Cina ini menyasar kalangan menengah ke bawah. “Kalau Blackberry dan yang lain kan nggak semua orang terjangkau harganya, makanya pada lari ke sini (ponsel QWERTY buatan Cina,-Red),” jelas Yayuk, penjaga toko ponsel di Jogjatronik. Tak pelak, produk Cina ini menjadi sasaran mereka yang ingin tetap mengikuti tren tetapi berkantong pas-pasan.

 “Harganya lebih murah dibandingkan hape QWERTY BB (Blackberry,-Red) dan Nokia,” tutur Uswatun (Administrasi Negara ’08) seorang pemakai ponsel QWERTY buatan Cina. “Enam ratus ribu (rupiah,-Red) juga udah dapet,” ujar Yayuk. Ia mengakui ponsel QWERTY buatan Cina itu memang lebih banyak terjual dibanding merek terkenal dengan model sejenis. “Mungkin karena harganya murah,tambahnya.

Harus diakui bahwa kualitas merupakan salah satu faktor penentu harga. Di balik harganya yang murah, ponsel QWERTY buatan Cina tentu menyimpan sejumlah kelemahan. Fitur jelas kurang lengkap dibanding BB atau Nokia,” terang Uswatun. Hal senada diungkapkan Nurul (Farmasi ’09), ”Kekurangannya nggak ada send item.” Sementara Yayuk menyoroti faktor keawetannya,Yah, namanya juga buatan Cina, nggak terlalu tahan banting,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keawetan produk tersebut sangat tergantung pada perlakuan penggunanya.

Tak selamanya kualitas berbanding lurus dengan harga. Dengan harga murah, kekurangan-kekurangan yang disebutkan rasanya masih dapat diterima. Tetapi tetap diharapkan akan muncul produk yang lebih berkualitas dengan harga bersaing.

Salsabilla
 
Special Hunt Indonesian Idol UGM 2010 PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Isa,Prima   

Special Hunt Indonesian Idol UGM 2010

 

Indonesian Idol RCTI bekerjasama dengan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UGM mengadakan “Special Hunt Indonesian Idol 2010” khusus bagi civitas akademika dan alumni UGM. Audisi dilaksanakan selama dua hari, yaitu Minggu (24/10) dan Senin (25/10). Dengan adanya sistem pendaftaran melalui Facebook dan on the spot, acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari 224 peserta. Seleksi yang berlangsung di Ruang Sidang I Gelangang Mahasiswa ini diharapkan dapat menyaring bibit unggul di bidang tarik suara, khususnya dari mahasiswa UGM.

“Hari ini (24/10,-Red) akan dipilih 30 orang untuk maju ke tahap kedua yang diadakan besok. Pihak RCTI juga akan datang langsung ke sini. Rencananya sih Rosa dan Erwin Gutawa yang akan menjadi juri pada tahap kedua,” jelas Citra Ayu Maulidya, Project Manager audisi ini. Mengenai persyaratan, peserta merupakan mahasiswa aktif maupun nonaktif, serta alumni UGM, yang berusia 16-27 tahun. Audisi ini bersifat tertutup dan tidak dipungut biaya.

Pada tahap pertama, penilaian difokuskan pada segi musikalitas peserta. Juri terdiri dari dua orang, yakni Achi Pradipta dan Oot. Keduanya merupakan alumni UGM dan tergabung dalam PSM. “Untuk hari ini, yang dinilai baru musikalitasnya saja. Besok baru entertainer-nya yang dinilai. Saya berharap dengan adanya Special Hunt ini yang tersaring adalah orang-orang yang memang bisa menyanyi dengan maksimal,” ungkap Achi.

Mayoritas peserta yang berasal dari berbagai jurusan di UGM ini mengaku hanya coba-coba mengikuti audisi. Seperti diungkapkan oleh Ika Rafika (Psikologi ‘07) yang mengaku hanya iseng. “Ya kalau nggak lolos no problem. Mumpung aku nggak mudik. Jadi apa salahnya nyoba ikut audisi,” tukasnya. Namun, ada pula yang serius melakukan persiapan. ”Ya nanti kalau misalnya aku nggak lolos di sini, aku ikut seleksi yang di JEC (Jogja Expo Center,-Red). Kalau tetep nggak lolos, aku ikut audisi yang di Bandung. Pokoknya fighter, ngejar terus, yang penting berusaha,” ungkap Aditya Wibowo, (TIP ’06). Aditya mengaku pernah mengikuti audisi Indonesian Idol sebelumnya hingga tahap 50 besar Yogyakarta.  (Isa, Prima)

 
Ekspansi Budaya Korea PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Rifki   

Seperti halnya Jepang, kini budaya Korea telah dikenal luas termasuk di Indonesia.

 

            Mulai dari masakan hingga produk hiburan ala Korea seperti musik dan film kini tengah digemari oleh banyak orang. Hal ini semakin menunjukkan bahwa banyak orang di dunia yang telah tersihir untuk terkagum-kagum pada negeri yang dijuluki The Land of The Morning Calm ini.

 

Persebaran Budaya

 

            Hasil kebudayaan bangsa Korea yang paling akrab dengan kaum muda Indonesia adalah musik dan film. Musik hasil karya musisi populer Korea (terutama Korea Selatan) sering disebut K-Pop. Artis dan grup musik K-Pop terkenal hingga ke negara-negara di sekitarnya seperti Cina dan Jepang. Sementara masyarakat pecinta Korea di Indonesia pun pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama populer seperti Se7en, Shinhwa, Boa, Rain, Jang Na Ra, dan Super Junior.

            Film dan drama televisi Korea juga tak mau kalah dengan musiknya. Film dan drama televisi Korea berhasil memikat banyak penggemar di Indonesia. Sejumlah drama televisi populer Korea diputar di stasiun televisi swasta, seperti Jewel in The Palace, Full House, Winter Sonata, Coffee Prince, Princess Hours, dan Boys Before Flowers yang akhir-akhir ini sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar drama Korea.

            Salah seorang penggemar drama Korea adalah Nana (HI ’08). Kesukaannya dengan budaya Korea berawal dari kesukaannya terhadap budaya Jepang. Kedekatan Jepang dan Korea terutama dalam industri hiburannya kemudian membawa Nana untuk mengenal juga artis-artis yang berasal dari Korea. “Awalnya dari drama-drama yang di TV, terus suka musiknya juga. Sekarang tontonanku kalau di rumah cuma KBS (kanal televisi Korea, -Red). Nah, dari situ tahu budayanya juga,” terangnya.

            Kegemaran Faiq (Kehutanan ’07), dengan budaya Korea bahkan mendorongnya untuk mengikuti kursus bahasa Korea. “Alasanku belajar karena aku juga pengen tinggal di Korea, entah itu karena studi atau kerja,” ungkapnya.

 

Dukungan Pemerintah

 

            Dikenalnya budaya Korea ke seluruh dunia tidak dapat dilepaskan dari dukungan pemerintah Korea terhadap budaya bangsanya. Berbagai upaya dilakukan untuk memperkenalkan kebudayaan Negeri Ginseng ini termasuk di Indonesia. Indonesia dan Korea telah menjalin hubungan saling menguntungkan sejak lama. Seperti disebutkan dalam situs Kedutaan Besar Republik Indonesia Korea Selatan, Indonesia dan Republik Korea adalah dua negara berdaulat yang saling melengkapi dan membutuhkan satu sama lain. Korea Selatan sangat tergantung akan pasokan energi dan bahan baku utama lainnya dari Indonesia bagi kelangsungan perputaran roda industri. Di samping itu, Indonesia juga membutuhkan investasi, teknologi dan pasar yang dapat dipenuhi oleh Korea Selatan.

            Korea juga menjalin kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia termasuk UGM. Salah satu perwujudannya adalah pendirian Pusat Studi Korea pada 24 Oktober 1996. Pusat studi ini didirikan untuk meningkatkan kerjasama Indonesia dan Korea dalam berbagai bidang termasuk kebudayaan. Maka tak heran kebudayaan Korea dapat dikenal luas oleh masyarakat di luar Korea, termasuk Indonesia.

 
Online Shopping, Trend Baru Cara Belanja PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Nisa, Salsa   

Online Shopping, Trend Baru Cara Belanja


Kemajuan teknologi internet tidak hanya berguna bagi para mahasiswa dalam mencari referensi tugas kuliah atau sekedar bertegur sapa melalui situs jejaring sosial. Bagi para mahasiswa yang ingin tampil up to date tetapi tidak punya banyak waktu luang, online shopping dapat menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.

Inovasi Baru

    Online shopping adalah salah satu cara belanja yang sedang marak. Sebenarnya cara belanja seperti ini sudah ada sejak 1979, diciptakan oleh Michael Aldrich dari Inggris. Baru pada Maret 1981 sistem ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat oleh Thomson Holidays.
    “Aku suka belanja disitu (online shop,red) karena barangnya bagus, variasinya banyak, trus stock-nya juga terbatas, jadi gak pasaran,” tutur Memey (Komunikasi ‘09). Selain itu, alasan kepraktisan juga membuat beberapa konsumen memilih cara belanja ini. Seperti diungkapkan oleh Trya (Bahasa Korea ’09), “ Kan nggak perlu repot-repot keluar rumah. Cukup duduk di depan komputer  yang tersambung dengan internet, dan tunggu sampai barang sampai di tangan.”
    Barang yang dijual di online shop juga bervariasi ragamnya. Mulai dari buku hingga pernak-pernik. Saat ini yang banyak diminati adalah barang kebutuhan perempuan seperti baju, tas, aksesoris, kosmetik, dan mukena. Tak heran jika banyak yang lebih mengenal online shop dengan nama boutique online.

Kekurangan
    Jual beli di dunia maya juga tidak luput dari beberapa kekurangan. Biasanya, konsumen yang baru pertama kali berbelanja secara online akan merasa sedikit cemas. “Pertama kali belanja online, aku pesen barang impor. Deg-degan banget. Takut ditipu -lah, takut barangnya nggak nyampe - lah,” tutur Trya. Selain itu ketidaksamaan produk juga kerap menjadi kekhawatiran tersendiri. “Belanja di online shop itu cuma bisa diliat dari layar komputer aja, jadi kadang-kadang ukuran sama bentuknya kurang pas sama kemauan kita.” ungkap Memey lagi.
    Selain kekurangan yang dirasa oleh konsumen, ada juga kendala yang dirasakan oleh pemilik online shop. Salah satunya adalah Hesti, remaja berusia 17 tahun ini sudah menjalankan usaha online shop sejak tahun lalu. “ Kendalanya kalau barang lagi kehabisan stock tapi banyak yang minat, jadi aku mesti buru-buru belanja, trus kadang pengiriman TIKI-nya suka terlambat, jadi kadang ada customer yang bawel karena barangnya belum sampai. Padahal aku udah bilang kalau pengiriman 2-3 hari.”
    Inilah yang juga menjadi salah satu kekurangan cara belanja online, karena barang tidak langsung berada di tangan setelah membayar, tetapi harus menunggu beberapa waktu. Berbeda dengan sistem belanja konvensional yang berpegang pada prinsip ‘ada uang, ada barang’.

    Segala hal pasti memiliki sisi positif dan negatif, sama halnya dengan cara belanja online yang memang lebih praktis  dan efektif, tetapi tetap memerlukan kehati-hatian. Sebelum membeli, pastikan terlebih dahulu online shop tersebut benar-benar ada, agar tidak tertipu. Lebih bagus jika ada rekomendasi dari teman atau keluarga yang bisa dipercaya.




 
Saatnya Kembali Bersepeda PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Fany   

“Kring..kring..kring.. ada speda. Spedaku roda tiga. Kudapat dari ayah karna rajin bekerja.” Lagu gembira tentang sepeda itu kini mungkin sudah sedikit bergeser. Kota Motor, inilah yang kiranya menjadi julukan baru di beberapa kota, termasuk Yogyakarta.

 

Perkembangan saat ini

Kecanggihan teknologi memacu manusia untuk menjadi lebih dinamis. Cepat, nyaman, dan praktis menjadi alasan beralihnya penggunaan sepeda menjadi kendaraan bemotor. Amati saja, saat ini jumlah pengguna sepeda dapat dihitung dengan jari. Bukan hanya itu, gengsi juga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan masyarakat ogah memanfaatkan kendaraan roda dua yang awalnya berasal dari Prancis ini. Ditambah lagi, saat ini produk-produk kendaraan bermotor semakin variatif dari segi harga dan pilihan.

Satu lagi yang cukup membuat enggan untuk bersepeda adalah keselamatan pengendaranya sendiri yang kerap terabaikan. Menjawab kekhawatiran tersebut, seperti halnya yang dilansir dalam Harian Sindo, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai merealisasikan jalur khusus sepeda di beberapa titik di Jogja. Jalur ini terbentang di 34 penggal jalan raya dan 138 jalan kampung (gang).

Menurut Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Purnomo Raharjo, pembuatan jalur sepeda ini dalam rangka menyukseskan Program Sego Segawe (Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe). Diharapkan program ini nantinya bisa mengatasi masalah lalu lintas, termasuk mengurangi pencemaran lingkungan. “Dengar-dengar, setiap Jumat dan Sabtu, nantinya PNS(Pegawai Negeri Sipil,-Red)  dihimbau untuk ke kantor dengan mengendarai sepeda,” kata Catur.

 

Budaya bersepeda

Negara Kincir Angin mungkin bisa menjadi kiblat untuk membangkitkan kembali kebiasaan bersepeda. Di Belanda, sepeda merupakan alat transportasi utama segala lapisan masyarakat. Bisa dikatakan, bersepeda sudah mengakar kuat dalam gaya hidup masyarakatnya. Pemerintah Belanda sendiri membangun Fiets Pad atau jalan khusus sepeda untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengendara sepeda.

Sedangkan di negara kita, misalnya Yogyakarta, walaupun sudah direalisasikan selama sekitar satu bulan tampaknya keberadaan rute khusus sepeda belum mendapat perhatian. “Sudah tahu sih, tapi tidak pernah nglewatin jalannya,” terang Bowo (Kedokteran ‘07). Hal ini juga terbukti dengan masih banyaknya kendaraan bermotor yang melintas di jalanan tersebut. “Selama tidak ada larangan bagi kendaraan bermotor untuk melewati rute tersebut, kami tidak bisa menindak mereka,” tambah Catur. Tak pelak, kemacetan  masih saja tidak bisa dihindari.

Kebiasaan bersepeda perlahan mulai ditinggalkan oleh masyarakat kita. Padahal sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita ambil dari bersepeda. Sepeda merupakan kendaraan yang ramah lingkungan serta membuat tubuh dan pikiran pun fresh. “Lumayanlah, kalau setiap hari minimal 20 menit bersepeda, bikin seger,” tambah Faisal.

Segala fasilitas yang ada tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada kesadaran dari diri kita masing-masing untuk mulai membiasakan bersepeda. Jadi, selamat berpetualang dengan sepeda Anda dan temukan sendiri manfaatnya.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3