SHOUTBOX

Polls
Menurut anda, apakah web ini bagus?
 
Featured Links:
Baner
Baner
Baner
Niccolo dan Yuri Terancam Sanksi Akademik PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Salsabila   

Niccolo dan Yuri Terancam Sanksi Akademik

 

 

Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas keabsahan surat rekomendasi Niccolo yang dibuat oleh Yuri. Keduanya pun terancam mendapatkan sanksi akademik dari Rektorat.

”Aku nggak pernah mengizinkan dia untuk nggawe (membuat,-Red) surat atas nama Forkom untuk merekomendasikan Niccolo Attar,” tegas Mamad, Ketua Forkom tahun 2008 saat ditemui Tim Pencari Fakta (TPF) pada Minggu (10/1). TPF menemui Mamad untuk mengkonfirmasi pernyataan Yuri bahwa ia telah mendapat izin darinya untuk membuat surat rekomendasi atas nama Forkom.Hari sebelumnya Sabtu (9/1), Yuri menolak mengakui bahwa surat yang ia buat palsu. Ia merasa telah berkoordinasi dengan Mamad sebelumnya. Menurut Yuri, persetujuan Mamad dibuktikan melalui tanda tangan di surat tersebut. Namun, Mamad tidak pernah merasa memberi izin kepada Yuri untuk membuat surat atas nama Forkom yang digunakan Niccolo masuk ke DPM.TPF berencana memanggil kembali Yuri untuk mengkonfirmasi kembali pernyataan Mamad yang ternyata bertentangan dengan pernyataannya. Tetapi hingga hari Senin (11/1), Yuri sulit sekali dihubungi. Saat akhirnya berhasil dihubungi, Yuri mengatakan bahwa ia sedang ada di Jakarta.

Rekomendasi Forkom

Senin (11/1), TPF memaparkan hasil temuan kasus ini di hadapan perwakilan berbagai UKM di UGM. Pertemuan  berlangsung di Ruang Sidang 2 Gelanggang Mahasiswa sejak 15.30 hingga 16.00 WIB. Salah satu poin yang dihasilkan adalah rekomendasi kepada pihak rektorat untuk memberikan sanksi akademik bagi Niccolo dan Yuri. Bukti-bukti yang menguatkan alasan rekomendasi sanksi tersebut telah diserahkan ke Direktur Kemahasiswaan UGM Drs Haryanto M Si Selasa (12/1) kemarin. Kemahasiswaan UGM akan mempelajari semua laporan dan kesalahan yang ada sebelum mengambil keputusan.Selain sanksi akademik, Forkom UKM juga tetap meminta Yuri untuk membuat permohonan maaf tertulis seperti yang dilakukan Niccolo. Permohonan maaf tertulis ditujukan kepada Forkom UKM beserta seluruh civitas akademika UGM. Nantinya, pernyataan tersebut akan dipublikasikan di tempat-tempat strategis di lingkungan UGM. Ketua Forkom, Brama Danuwinata, berharap sistem di dalam Forkom juga diperkuat. ”Untuk langkah Forkom ke depan saya harap aturan yang ada di Forkom bisa diperkuat dan diperjelas, sehingga tidak akan bisa digunakan lagi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Brama.

 

UKM kecewa

Dalam pertemuan TPF dan UKM, para perwakilan UKM juga mempertanyakan sikap DPM dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM. Menurut mereka, DPM dan BEM terkesan tidak melakukan tindakan apa-apa untuk menindaklanjuti kekisruhan akihbat ulah Ketua DPM. Sikap tersebut sangat kontras bila dibandingkan dengan Forkom yang membentuk TPF khusus untuk kasus ini. Padahal, Niccolo dan Yuri mewakili keseluruhan DPM sebagai ketua dan anggotanya.

Menanggapi kasus ini, Qadaruddin Fajri Adi sebagai Presiden BEM KM UGM mengecam keras tindakan Niccolo dan Yuri. Menurutnya, hal ini dapat ’melukai’ integritas mahasiswa sebagai pengusung gerakan moral dan nilai-nilai. Ia menyayangkan tindakan tersebut terjadi di tengah keprihatinan krisis integritas para pemimpin bangsa, sementara mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Selain itu, Qadaruddin juga mendukung sanksi yang dikeluarkan oleh Mapagama kepada Niccolo atas tindakannya. ”BEM mendorong DPM untuk memberikan sanksi tegas kepada saudara Niccolo sesuai dengan peraturan DPM dan AD/ART KM UGM,” tandasnya.